Kita berada pada jalan yang salah.
Saat bertapak-tapak jejak
Aku yang tersungkur
Bebaring terkulai karena bermain sajak
Kau mengayuh semakin cepat
Bergelirya dari segala tak mengenakkan
Pandai mencari bahagia,
Lupa belajar bersedih
Tak seperti nyonya
Enggan mengecap senyum
Sungguh, kasihan.
Di Pelipir Jalan
Selasa, 10 September 2013
Oleh: Muhajir
di pelipir jalan persinggahanmu
bergeming memanggul beban jiwa
memagut malam yang tiada suam
bergeming memanggul beban jiwa
memagut malam yang tiada suam
ah, baju dan kulitmu yang tipis kumal digerayangi angin malam
masih tangguhka kesabaranmu menahan siksa semesta
sementara harapan yang kau pagut belum megar
masih tangguhka kesabaranmu menahan siksa semesta
sementara harapan yang kau pagut belum megar
seandainya saja tak ada lagi jiwa-jiwa peka
akankah kau masih bertahan dipelipir jalan
melebur bersama malam dan ketakpastian hidup
akankah kau masih bertahan dipelipir jalan
melebur bersama malam dan ketakpastian hidup
Mawar Pemuja Edelweis
Minggu, 08 September 2013
Berusaha
menembus derai angin. Melaju sekuat tenaga. Melejit di antara terpaan debu-debu
yang berniat menumbangkanku. Semakin kukepakkan, rasanya aku semakin sulit
untuk menyeimbangkan diri. Aku tidak tahu sudah berapa jauh aku menjelajah, aku
tak mengerti rute apa saja yang telah kulalui. Yang aku tahu, aku adalah
seorang penjelajah. Melayang, menepi, melaju, dan menari-nari di antara celah
langit dan bumi untuk mencari sesuatu yang baru.
Aku letih, kuputuskan untuk berhenti
sejenak. “Tapi dimana?” pertanyaan itu mengambang dalam benakku. Kusaksikan
bangunan-bangunan yang begitu megah di sekelilingku. “Uh, terik menyengat
tubuhku. Berkas cahayanya semakin menyilaukan mataku. Aku tak tahan lagi.” Aku
pun menerawang, mencari tempat untuk bernaung, yang akan membuatku agak lebih
nyaman."Pendidik" Berkarakter
Banyak
orang mengatakan bahwa intelektual yang membuat seseorang menjadi ilmuan hebat.
Mereka salah. Yang membentuk ilmuan hebat adalah KARAKTER!
(Albert
Einstein)
Melihat realita yang ada sekarang ini.
Manusia didorong untuk berlomba dengan peradaban. Hedonisme terlihat semakin menjerumuskan
masyarakat dalam hal-hal negatif. Pondasi yang kuat sangat diperlukan untuk
menyeimbangkan aspek-aspek kehidupan dan membentuk karakter yang nyata, agar
dapat menopang eksistensi kita di tengah era globalisasi.
Semoga Indonesia Mencintaimu
Jumat, 06 September 2013
Deru angin
melambaikan kerudung jingganya. Membawanya berlalu. Hanya menyisakan jejak dan
seseorang yang mungkin saja belum mengenali wajah bermata sayu itu.
Lima belas tahun,
lama untuk menyulam benang-benang waktu. Memendam sebuah harapan. Asa untuk
dapat merangkul, menatapnya lekat-lekat dan memeluk tubuh hangatnya.
Kabar
tak lagi pernah menyentuh telinga. Hanya surat yang telah usang, tersusun dari
untaian butir-butir syair syahdu. Sebagai obat penenang.
Kini hari telah
beranjak dewasa. Masih terpaku di antara inai. Keletihan masih berbicara,
merongrong meminta agar lepas dari belenggu. Sisa-sisa pacuan hidup hingga
petang. Penyambung tali-tali hentakan nafas.
Menanti Waktu
Minggu, 11 Agustus 2013
Dunia Sophie, Bumi Manusia, Sang Penakluk Badai, Pada Suatu Saat Nanti, Anak-anak Totto Chan, Jejak Langkah.
Banyak utang yang harus kepenuhi pada semua kalimat-kalimat itu. Utang yang harus tergantung karena menunaikan utang untuk satu kata.
Banyak utang yang harus kepenuhi pada semua kalimat-kalimat itu. Utang yang harus tergantung karena menunaikan utang untuk satu kata.
Love Is .....
Kali ini aku ingin beranikan diri untuk bicara tentang "cinta". Hal yang paling jarang kubahas pada orang-orang. Tapi, aku terhenti ketika aku sadar bahwa aku tak mampu memiliki dan memaknai cinta itu secara egois, maka aku putuskan memberikan ini saja. Kita bisa melukiskan dan menuliskan apa saja tentangnya sesuai keinginan kita masing-masing.
Aku ingin menulis kalimat ini. "Cinta itu adalah dirimu. Bagaimana Kau menghargai, melakukan yang terbaik, menjadi yang lebih baik. Ini bukan buatmu saja. Tapi, bukti bahwa cinta mu ada pada dirimu dan bagi orang lain yang menginkan setiap kebaikan"
Sekarang giliran kalian untuk menuliskan cinta kalian masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)


