Pages

Satu

Kamis, 30 Januari 2014

"Satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan" (Dee Lestari)


Itulah mengapa aku selalu menyimpan satu saja. Ketika datang dua maka aku lebih memilih satu. Ketika memberi pun aku akan memberi satu. Satu untuk saat ini. Kenapa? Karena satu datang, satu kuberi akan genap menjadi dua. Dua dari satu kemudian melebur menjadi satu. Seperti sepasang sayap yang ada pada seekor merpati. Bukan sepotong, Aku lebih suka satu. Karena dengan satu aku masih memiliki ke-diri-an, tapi akan melebur pada kedirian yang lain. Jika sepotong? Dia tak akan menjadi utuh ketika tak ditemukan sepotong. Tidak, tidak. Aku tak suka sepotong. Aku ingin seperti dua buah magnet. Aku ingin seperti dua sisi mata uang yang berbeda. Yah. Ke-aku-an. Satu dan satu tapi menggenapkan.

Bagaimana ketika satu tak mampu menjadi genap? Itulah mengapa hanya satu. Aku dapat mengambil satu dan menyimpan satu. Bagaimana ketika satu di titik yang berbeda? Jika ada jalan maka satu dan satu akan bermuara pada titik yang hanya satu. Mari kita mencoba untuk membicarakan satu.

Satu dan Satu. Itulah genap.

1 komentar

 

WHAT TIME IS IT?

Tags

Most Reading

VISIT

Followers