Pages

Mom

Jumat, 31 Agustus 2012

Yupp…kembali membuka layar yang berisi lembaran putih dan masih kosong kemudian memulai!
Hmmm…ku coba memutar kembali memori beberapa hari yang lalu, memadukannya dengan memori-memori beberapa tahun yang lalu ketika hari-hari lebih banyak ku lalui di rumah bersama ayah dan ibu. Tapi sebelum lanjut saya ambil minum dulu ya..haus nih! hehehe..
Oke..lanjut..kalian tentunya pernah melihat bayi yang mungil, bersih dan tak berdosa yang nantinya akan tumbuh menjadi seorang balita, remaja dan kemudian menjadi dewasa seperti kita-kita ini! Bayi lucu yang baru lahir apabila dipandangi memang memberikan kesan tersendiri. Kehadirannya membawa kebahagiaan bagi semua orang yang menantinya terutama kedua orang tuanya. Hmm…alangkah damainya ketika kita menyaksikan seorang ibu memandangi wajah bayinya yang baru dia lahirkan sembari tersenyum dan memberikan sebuah ciuman yang hangat pada bayi mungilnya itu. Eitss…tapi kalian tak perlu iri kawan..! Kita juga pernah berada pada posisi dan situasi itu, ketika dulu ibu kita tanpa rasa lelah mecurahkan kasih sayangnya mulai saat kita dikandung, dilahirkan, dirawat, dibesarkan hingga kita bisa seperti sekarang ini. Sweet memory…moment-moment itu berlalu dan tidak terasa kita sekarang sudah sebesar ini. Hehehe..
Huft…jadi tersentuh ketika beberapa hari yang lalu mengunjungi sebuah rumah sakit. Tahu tidak kawan apa yang saya saksikan di rumah sakit?! Perjuangan para ibu untuk melahirkan seorang malaikat kecil ke dunia. Betapa beratnya perjuangan yang harus ia lalui, menahan rasa sakit, perasaan takut yang sudah tak di indahkannya demi melahirkan buah hatinya bahkan ada kalanya harus mempertaruhkan nyawa. Yaaa….perjuangan itu pun yang harus ibu kita lalui ketika melahirkan kita. Melihat perjuangan dan mendengar cerita dari salah seorang ibu yang baru saja melahirkan seorang anak. Sungguh berat..betul-betul berat..!!
Keesokan harinya mama tiba-tiba nelpon pagi-pagi, mungkin mau bangunin anaknya gara-gara kuliah pagi minggu lalu nyaris telat. Tapi sepertinya mama bukan takut anaknya telat melainkan takut anaknya ngebut lagi di jalan gara-gara takut telat. Rasa khawatir tiba-tiba menghinggapi mama ketika mendapati suara lemas anaknya saat mengangkat telpon. Pagi itu anak tersebut memang sedang kurang enak badan, malamnya sempat demam. Mama meyuruh anaknya itu untuk istirahat, kalaupun harus ke kampus sebaiknya jangan naik motor sendiri tapi diantar. Betapa khawatirnya seorang ibu pada anaknya padahal anaknya yang sudah mahasiswa ini sebenarnya hanya terserang flu berat. Hari itu keadaan anaknya tetap dipantau sampai dia yakin bahwa anaknya akan baik-baik saja. Hmmm…mama..kasihmu tak akan pernah habis untuk anakmu, tapi anakmu tak tahu dengan apa ia membalas semuanya dan memang apapun yang ia lakukan tak akan pernah cukup untuk membalas kasih sayang mu yang tulus!
Teringat kata-kata tante “Lihat betapa sayangnya ibu mu padamu! Makanya kamu jangan nakal!” (hehehe..) Mmmm…tidak tahu sudah berapa banyak dosa yang kita perbuat pada ibu kita, tidak tahu sudah berapa kali kita menyakiti perasaannya dan sudah kesekiankalinya bantahan demi bantahan kita lontarkan pada ibu kita. Tapi kita juga tak mampu menghitung berapa banyak maaf yang ia berikan untuk kita, tidak tahu berapa banyak dosa kita yang telah terlupakan oleh ibu. Jadi pengen dengar lagu “Ibu” (Haddad Alwi feat Farhan), putar dulu ah...!!

bersinar kau bagai cahaya
yang selalu beriku penerangan
selembut sutra kasihmu ’kan 
selalu rasa dalam suka dan duka
kaulah ibuku cinta kasihku
terima kasihku takkan pernah terhenti
kau bagai matahari yang selalu bersinar
sinari hidupku dengan kehangatanmu

bagaikan embun kau sejukkan
hati ini dengan kasih sayangmu
betapa kau sangat berarti
dan bagiku kau takkan pernah terganti

kaulah ibuku cinta kasihku
pengorbananmu sungguh sangat berarti

sinari hidupku dengan kehangatanmu

Rasanya mau menitihkan air mata, ingat mama di rumah. Kawan..sayangilah ibu kita..marilah kita berusaha untuk menjaganya, menjaga apapun yang ada pada dirinya. Saat khilaf menghampiri kita, sadarilah kesalahan kita, ulurkan tangan pada ibu dan ciumlah tangannya kemudian peluklah ia maka kedamaian dan ketenangan yang tak terkira akan kau rasakan (Teringat ketika ayah menyuruh anaknya meminta maaf kepada mamanya, mencium tangan mama dan memeluknya setelah melakukan sebuah kesalahan pada mama). Kawan.. lakukanlah yang terbaik untuk ibu kita karena ia selalu memberikan yang terbaik untuk kita tanpa pamrih, dengarkan dan amalkan setiap petuahnya selagi ia masih ada di dekat kita karena begitu banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita, yang ingin merasakan kehadiran,kasih sayang dan dekapan hangat seorang ibu namun ibu tak ada di sampingnya dan ia hanya bisa memendam rindu.

                                                                                    dedicated to all mothers in the world
                                                                                               especially for my mom
                                                                                         Makassar, 12 November 2011

Angan

Sabtu, 25 Agustus 2012



Dentuman detik
Nada-nada kata

Membawaku untuk berkhayal
Menggiringku untuk bermimpi

Saat teriakan-teriakan lantangku
Ketika melodi tulisan-tulisanku

Terealisasi dalam satu kata "PENGABDIAN"
Demi.. untuk.. aku, mereka dan Tuhanku
 

WHAT TIME IS IT?

Tags

Most Reading

VISIT

Followers