Pages

Puisi Rusak

Kamis, 03 Januari 2013



            Selesai.
            Puisi itu telah mendapat tempatnya sekarang
            Bukan aku sengaja menepikan
            Tapi Kau yang meminta.
            Kala bait-bait itu telah berjejer membentuknya
            Kemudian kucoret lagi..
            Bait pertama, dua bait, tiga bait..
            Habis..
            Seperti habisnya kata-kataku
            Kau telah jauh, kembali dan bertanya
            Itu untukku?
            Yah, memang untukmu!
Dan Kau tahu, kosong
Tersisa kertas kosong
Seperti kosongnya hatimu
            Bisakah Kau menyusunnya lagi?
            Seprtinya tidak akan pernah, Aku bahkan lupa siapa dirimu
            Hilang ingatan? Layaknya do’amu dahulu
            Mungkin. Tapi,
            Aku hanya ingat kalimat ini
            Jangan berbahasa sastra padaku karena aku tak mengerti”
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

WHAT TIME IS IT?

Tags

Most Reading

VISIT

Followers