Pages

Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?

Sabtu, 23 November 2013

Oleh: KH. Musthofa Bisri 
 
Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir

 

Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai


Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan

Tentang Hidup

Minggu, 06 Oktober 2013

       Lama tak menjumpai diriku dalam cerita. Kali ini aku akan bercerita. Dua minggu menghilang dari peredaran dan berbulan-bulan tenggelam dengan keadaan. Aku banyak belajar tentang hidup. Walaupun aku masih berada dalam fase vakum. Dulu aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri. Lupa melakukan sesuatu untuk ayah, mama dan adik-adik. Tapi kini hidup drastis berubah. Aku terkadang diam bukan karena tak ingin melakukan apa-apa. Terkadang aku harus memilih. Seperti yang pernah orang katakan padaku bahwa "hidup itu untuk bergerak" dan setiap pilihan memiliki konsekuensi tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita meminimalisir konsekuensi yang ada. Aku mulai menemukan diriku. Yah, menemukan diriku dalam diriku sendiri. Belajar hidup dengan segala konsekuensi. Sulit. Tapi bahagia ternyata jika kita mampu berpijak di

Laki-Laki Penghuni

Selasa, 24 September 2013



Katakan sebelum subuh, Kau akan datang
Memperdengarkan suara-suara malaikat
Menyebar gelombang bunyi yang menggerakkan
Membisikkan sayup-sayup lembut yang menggetarkan

Katakan selepas magrib, Kau akan kembali
Mengetuk pintu yang tak pernah lagi terketuk
Di jalan yang tak lagi di basuh dengan tumpuan kaki
Kepada rumah yang tak lagi dihuni oleh laki-laki

Katakan diawal Isya, Kau akan ada
Mendendangkan dzikir di sudut sunyi
Menguntai do’a di tepi damai
Menjamu malaikat dengan wangi-wangi yang manja

Rindu (Not Mati)



Melodi yang sangat menyayat
Ketika berakhir pada not yang mati
Bernyanyi rasa, mengalunkan bait
Bilakah Kau tahu.
Satu persatu not bergerak semakin cepat
Seperti kejaran tarikan nafas
Beradu memecah hening
Terkunci mati ketika hela terhenti di ujung
Bukan untuk tiada
Tapi kalimat bertitik pada diam
Selepas itu. Binasa termakan rindu.

Membunuh Aku

Aku bukan segala
Ketika Kau berlalu menghujam
Beratus-ratus jeruji Kau patah
Layaknya Hercules yang menghantam
Aku bukan segala
Ketika Kau (yang lain) mengapit
Beriringan meremukkan batu dengan hati
Bukan superhero tapi superior
Membunuhku dengan persembahan.

Sore

Kamis, 12 September 2013

        Oleh: Abd. Kadir Jaelani

Selalu banyak imaji tentang waktu sore, 
Sebagai bentuk penghargaanku pada waktu sore, 

Kuingin memandangi senja sambil merajuk mimpi tentang malam,
Sampai senja kembali pada pelukan sang malam 
Menemukanku dalam napas penuh harap,

Jika toh senja belalu namun ada tapak yg terlupakan, 
Dengan ini saya meminta maaf pada sang mentari

                                                               "AKJ"

Kasihan

Rabu, 11 September 2013

Kita berada pada jalan yang salah.
Saat bertapak-tapak jejak
Aku yang tersungkur
Bebaring terkulai karena bermain sajak
Kau mengayuh semakin cepat
Bergelirya dari segala tak mengenakkan
Pandai mencari bahagia,
Lupa belajar bersedih
Tak seperti nyonya
Enggan mengecap senyum
Sungguh, kasihan.
 

WHAT TIME IS IT?

Tags

Most Reading

VISIT

Followers