Pages

Fly Over Makassar Menyala

Kamis, 02 Mei 2013

Saya lupa sesuatu. Banyak hal yang sudah terlewatkan namun tidak sempat saya ceritakan. Ketika mengutak-atik blog ini saya beru teringat. Jum'at lalu saya berada di tengah-tengah orang yang menyalakan makassar. Bisa dibilang ini kegiatan seru, pengalaman baru.

Berdiri di tengah orang-orang yang memiliki semangat yang MENYALA ^_^


Jum'at sore, saya, fly over Makassar dan segala perhatian sekitar

Mari Kita Buat Janji

Minggu, 17 Februari 2013


Kenapa waktu tidak bisa menungguku sebentar saja?
kalau tak bisa menunggu, 
aku berharap sang waktu bisa berkompromi denganku..
Atau bisa tidak gugurkan daun itu sekarang juga..
Kalau bisa dijatuhkan dengan hujan, kenapa harus menunggu digugurkan angin?




Waktu...
Kali ini saja, mari kita buat perjanjian.

Mimpi Buruk

Minggu, 27 Januari 2013

Lagi-lagi Kau memaksaku bermimpi
Merangkai sendiri.
Sering aku berteriak
Seperti orang gila
Kau hanya berbalik
Lalu, tak mengenaliku
Mungkin saja aku sudah tak terlihat
Tapi, rohku masih di jasad
Atau kita memang sudah berbeda alam?
Kau tegak di puncak gunung
Aku tersungkur di tepi pantai
Kupu-kupu datang padamu
Berbisik, aku tak lagi baik
Kura-kura menghampiriku
Berkata dengan lantang
Kau selalu berharga
Mimpi buruk,
Kau tetap saja membuatku terjaga
Memasungku dalam ruang sempit.


------------

Hapus Bintang

Jumat, 25 Januari 2013

Ambil warna biru, katanya.
Malam pekat bertabur kerlap-kerlip
Gesekkan kuas ke langit hitam
Menanti esok terlalu lama
Hapuskan bintang,




Pada Akhirnya

Bisanya meliuk-liuk
Mengikat aliran darah
Sesak. Tetap saja sajak kutuliskan
Semakin beracun, beradu pula jemari makin lahap
Sakit. Tawa itu makin riuh
Pada akhirnya,

..........

25 Januari 2013

Pintu Itu

Kali ini melengkung
Berderet membentuk setengah lingkaran.
Tepatnya,
Tak lagi lurus.
Pintu yang mana
Kutarik ketapel, kali ini bukan panah
Roket berputar.
Pertahanan rapuh
Bila saja sejajar, akan kuhentakkan rudal

Takdir Terakhir “Selamat Tinggal”

Kamis, 24 Januari 2013


Kau muram, berduka?
Tapi, tidak.
Gelak tawa membakar wajahnya yang masam
Masih berputar, menanti penghujung

Yang lain menari-nari
Menikmati bisikan lembut
Hinggah letih, kemudian
Menjemputnya lagi di ufuk barat

Bersambung dengan dentuman
Awalnya membawa satu persatu
Lalu, habis… berakhir tanpa sisa
Porak-poranda. Sia-siakah? Atau bahagia?


           *Fajar (Kolom Puisi)
 

WHAT TIME IS IT?

Tags

Most Reading

VISIT

Followers